Rabu, 08 Maret 2017

Senja Kemarin

 
            Untuk kamu yang selalu kuceritakan pada Tuhan, sepertinya kamu menyukai senja. Semburat senja yang berwarna jingga, menngingatkan ku padamu, karena kamu sepertinya menyukai senja itu. senja yang kala itu temani aku dan kamu di sebuah lapanngan berumput dengan pohon rindang berdiri gagah di senja itu. senja kemarin yang membawaku dalam belaian kenyamanan yang selalu kamu berikan padaku. Senja itu, yang selalu kamu abadikan dalam setiap lensa kamera mu. Kamu menyukai senja itu, ya.. senja kemarin, namun aku lebih suka saat aku melihat senja itu bersama dengan kamu, pertama kalinya kita memandang senja ditempat yang sama. Senja itu indah, seperti sebuah kanopi yang menyelimuti langit.

            Untuk kamu yang membuat aku menjadi diri ku sendiri... terimakasih atas banyaknya waktu yang kamu sempatkan untuk aku, menyempatkan untuk membuatku tertawa. Terimakasih karena kamu bersedia untuk tertawa bersama dengan aku. Senja kemarin... semoga kamu bukan seperti siluet alam raya.  Semoga apa yg disebut dengan cinta platonis tidak terjadi padaku... senjaku semburat jingga mu warnai petang itu..

            Hangat dan damai, senjaku, senja mu, senja kita, semesta menjawab saat kita bersama, langit cerah dengan kombinasi warna indah menjadi payung ku, dan ada kamu bersama ku, sore itu adalah waktu senja yang mendamaikan.

1 komentar: