Rabu, 24 Mei 2017

Hening


Dan... ada yang menukik hingga tidak terdengar lagi suaranya. Diam, menjadi pilihanku saat ini, mungkin aku...

Bahkan untuk menegur pun aku tidak memiliki nyali. Berakhir pada pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran dan benakku, mengapa, apa dan siapa . hanya sajak tak beraturan ini yang menjelaskan semuanya. Yang dulu, tidak seperti yang dulu dulu dulu sekali dan yang sekarang tidak seperti yang dulu dulu dulu dulu... hening meratap nanar. Tanpa sebuah ekspresi, tanpa berdistraksi, tanpa meronta dan memberontak, kembali. Hanya diam yang bisa dilakukan.

Tidak perlu mengerti ini semua. Memangnya aku siapa, aku hanya suka bersajak. Sajak yang tidak beraturan. Jangan bertanya apapun, tidak perlu mengerti. Kusembunyikan teriakan bahagia dan tangisan kegembiraan disini. Terbalik? Memangnya kenapa jika aku diam saja, toh kau pun takkan peduli. Hening meratap sunyi, sulap di kafe remang-remang, cinta hanya merpati dari  topi pesulap. Ku katakan, aku tidak mengerti. Bisakah kau tidak seperti ini.

Aku tidak terlalu suka teka-teki. Namun, aku suka mendengar teka-teki. Teka teki teku teka aku tak tau. Aku suka melihat teka-teki. Dan... kamu adalah teka teki.

 

 

Yogyakarta, 25 Mei 2017 saat matahari sedang menyilaukan

Seiring dengan hawa dingin, yang tak sabar bersentuhan dengan...

Tanganku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar