Hi... Bagaimana dirimu? Sudah makan kah? Tidak rindukah kau dengan ku, wanita mu yg cerewet ini? Aku merindumu, hari ini, malam ini, detik ini. Kapan kita berjumpa lagi?
Aku menunggu kita berjumpa seperti embun yang terburu-buru jatuh menghampiri daun.
Aku kehilangan senja, senja memang tak bohong, kenyataannya, senja selalu menepati janji, dan aku menyukainya. Kamu tau? Kurasa yang paling jujur dikanvas milik Tuhan adalah senja dan juga matahari. Keduanya selalu menepati janji, tak bohong, tak banyak alasan. Dan keduanya, hasil rekaan Tuhan dikanvas megah milik semesta. Memujamu Tuhan, syukur ku karna aku bertemu lagi denganmu.
Kemari, saat aku memanggilmu "sayang" kenyataannya bukan hanya sebutan saja, aku racuni didalamnya dengan cinta dan kasih ku, tak kuhitung seberapa banyak, tak ada takaran yg pas, aku hanya teteskan, mungkin kutumpahkan semuanya, agar kau terkena racun yang ku campur dengan kata "sayang" itu. Tapi tunggu, racun ini, tidak membahayakan mu sayang, tidak akan membuat nyawa mu hilang, atau pusing, demam dan muntah-muntah, sudah ku jampi-jampi dengan mantra bahwa kau harus menyayangiku setiap hari sesuai dengan yang kau katakan padaku. Bagaimana? Tidak berbahaya bukan? Aku meracik racun ku ini saat aku berada di satu bulan sebelum desember, ingat?hyaa, hanya se sederhana aku benar menyayangimu:))

20:53
By: lailiwindyastika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar